Friday, 30 November 2012

Cerpen : Harapan Pupus

                   Saat itu penerimaan siswa baru di salah satu SMA favorit di suatu kota manis usai,. Banyak siswa baru yang masih memakai baju putih biru yang seakan ingin segera dilepas oleh semua siswa-siswi yang sudah diterima di SMA tersebut, sebut saja SMA itu SMA 1 RUGAT. Tapi lain halnya yang dirasakan oleh salah seorang siswa SMA tersebut yang bernama Jecko, hal yang dia rasakan sangat berat untuk segera melepas baju putih biru menjadi putih abu karena ada kenangan yang tidak bisa dia lupakan saat dibangku SMP . tetapi hal tersebut serentak berubah saat semua siswa-siswi baru berbaris di lapangan.
                Ketika itu, Jecko kesiangan dan dia pun dapat bagian untuk berbaris di baris yang paling belakang. Rasa gelisah hampir dalam benak jecko karena kaka-kaka senior yang so galak itu selalu memperhatikan kearah anak baru yang berbaris di belakang.  Rasa penasaranpun menghampiri Jecko seakan-akan ingin sekali untuk terus melihat kearah cewe itu.
                      Setelah ospek berakhir Jecko menjadi bersemangat untuk segera memakai baju putih abu dan meninggalkan putih biru. Pagipun tiba dan dia segera memakai baju putih biru. Disepanjang perjalanan Jecko selalu bertanya-tanya, siapakah orang yang unik dan menarik itu ? Apa mungkin  Jecko bisa kenal atau bahkan jadi temannya ? Dan akhirnya tibalah di sekolah, saking Jecko bersemangatnya, Jecko sampai jadi orang kedua yang datang ke sekolah, padahal saat SMP jadi orang kedua yang terlambat.
                Tak dapat digambarkan, diungkapkan, dan dibayangkan, ternyata Jecko satu kelas dengan wanita yang Jecko lihat saat upacara ospek. Dan akhirnya Jecko bisa tahu namanya dan bahkan Jecko berharap bisa jadi teman dekatnya. Viola nama yang Jecko dapat dari salah satu guru saat mengabsen seluruh murid. Sempat terlintas dalam fikiran Jecko, hanya untuk jadi teman saja cukup sulit karena sifat Viola yang sangat berbeda dan sangat sulit untuk ditebak, apalagi untuk menjadi teman dekatnya.
                Beberapa minggu kemudian Jecko memberanikan diri untuk mencoba mendekati Viola, tetapi memang Viola orang yang unik, Viola merasa terganggu dengan pendekatan yang Jecko lakukan. Dan akhirnya Jecko berinisiatif untuk mengimbangi karakternya yang galak itu. Akhirnya dengan karakter Viola yang galak pada orang yang baru dia kenal maka Jecko puny aide untuk mendekati Viola lewat pertengkaran-pertengkaran. Dan akhirnya dengan seringnya terjadi pertengkaran-pertengkaran yang Jecko dan Viola alami secara tidak sadar itu membuat keduanya menjadi sering berkomunikasi, dan Jecko pun memahami karakter Viola.
                Waktu ke waktu telah Jecko lewati dengan pertengkaran-pertengkaran kecil, dan tidak dapat disangkal lagi Jecko merasakan hal yang pernah dia rasakan saat dia duduk di bangku SMP itulah cinta. Saat itu Viola selalu bersama kedua temannya yang bernama Fanny dan Cindy. Jecko sempat juga berhharap mungkin dengan bisa dekat dengan kedua temannya itu, Jecko bisa juga dekat dengan Viola dan akhirnya Jecko pun banyak tau tentang segala hal mengenai Viola dari salah satu temannya itu yakni Fanny. Tetapi tak Jecko sangka ternyata Fanny malah menjadi jatuh cinta pada Jecko. Awalnya Jecko tidak sadar dengan sikap Fanny, mungkin itu Cuma perasaan geer Jecko semata,  tetapi lama kelamaan Fanny semakin menunjukan perasaannya itu. Dan Jecko pun tetap saja acuh kepada Fanny karena hati Jecko masih pada Viola.
                Tiba pada suatu malam, Jecko sudah mendengar dari Fanny bahwa Viola sudah putus dengan pacarnya itu seminggu yang lalu, setelah itu Jecko merasa punya peluang meskipun hanya impian, impian dan impian semata. Setelah putusnya Viola, Jecko dan Viola lebih banyak menghabiskan waktu bersama, baik itu di kelas tetapi yang lebih sering dan selalu menjadi kenangan indah bagi Jecko adalah ketika membaca massage demi massage yang Viola balas kepada Jecko hingga larut malam.
                Mungkin malam itu Jecko dengan mudahnya menebak, tanpa pemikiran yang matang, dan hanya mengandalkan emosi. Jecko berniat untuk mengutarakan perasaannya karena dia sangat berharap bisa merayakan hari ulang tahunnya yang tinggal seminggu lagi itu bersama seseorang yang sangat spesial, memang itu kado yang tidak akan dilupakan oleh Jecko.
                Jecko mencoba bertanya terlebih dahulu kepada Fanny tentang niatnya itu, dan Fanny pun dengan santai menjawab iya. Waktu itu Jecko tidak berani untuk mengutarakan perasaannya secara langsung dan Jecko pun mengutarakannya lewat pesan singkat. Pesan singkat itu sangat jauh dari kata sempurna untuk mengutarakan perasaannya kepada seseorang yang sangat dia cintai itu. Tetapi mau bagaimana lagi memang cinta itu tidak tersurat tetapi tersirat. Pesan singkat itu segera di kirim kepada Viola. Namun dengan santai nya Viola menjawab tidak bisa dia menjadi pacar buat Jecko. Serentak Jecko menjadi lemas karena dia takut menjadi tidak bisa menjalani hari-harinya itu dengan canda tawa yang Viola berikan kepadanya.
                4 hari berselang semua berubah ketika Jecko mendengar bahwa Viola telah mempunyai pacar baru. Memang pacarnya itu sangat jauh lebih baik bila dibandingkan dengan Jecko. Dan jecko pun hanya bisa menerima dengan rasa sedih dan penyesalan. Tiba saat jecko ulang tahun, semua anak-anak kompak mengerjai Jecko dan waktu perjalanan pulang sebuah pesan singkat dating kepada Jecko dan itu adalah dari Fanny, dan isi pesannya itu I Love You, Jecko terdiam tidak bisa membalas apa-apa, Jecko hanya mengira itu hanya rasa sayang dari seorang sahabat tidak lebih.
                Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, hanya bisa Jecko lalui dengan rasa sakit hati dan rasa penyesalan karena Jecko rasa betapa bodohnya dia bisa berfikiran untuk bisa membuat Viola bahagia, nyaman dan bahkan menjadi orang yang pertama Viola ingat ketika membuka mata.

“Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu”
“Meski kau tak'kan pernah tahu”
“Aku persembahkan hidupku untukmu”
“Telah kurelakan hatiku padamu”
“Namun kau masih bisu”
“Diam seribu bahasa”
“Dan hati kecilku bicara”
“Baru ku sadari”
“Cintaku bertepuk sebelah tangan”
“Kau buat remuk seluruh hatiku”
“Semoga waktu akan mengilhami”
“sisi hatimu yang beku”
“Semoga akan datang keajaiban”
“Hingga akhirnya kau pun mau”
“Aku mencintaimu”
“Lebih dari yang kau tahu”
“Meski kau tak'kan pernah tahu”

                    Mungkin hanya itu yang dapat mewakili perasaan yang di alami oleh Jecko, karena dia begitu tulus, sayang, dan cintanya kepada Viola. Hingga saat ini rasa sayangnya kepada Viola tidak hilang dan apakah mungkin bisa, waktu merubah segalanya, membuat hati Jecko kembali terhibur, satu yang ada di fikiran Jecko saat ini hanya saat Viola dekat dengannya lah Jecko merasakan kedamaian hati dan sangat terhibur. 

5 comments: